W88 slot ưu đãi ngập tràn

Siti Fadilah Curhat ke Deddy Corbuzier, ‘Saya Tahu Musuh Saya Besar’

POJOKSATU.id, MANTAN Menteri Kesehatan Siti Fadilah menceritakan banyak hal kepada presenter Deddy Corbuzier saat bertemu di salah satu rumah sakit, dan tayang di channel Youtube berjudul ‘Siti Fadilah, Sebuah Konspirasi-Saya Dikorbankan’, Kamis (21/5/2020).
Salah satunya adalah bahasan tentang vaksin untuk Covid-19 yang diyakini tak harus dibeli dari Bill Gates atau untuk tidak mengikuti saran WHO. Sebab, Siti berpengalaman pernah mengalahkan WHO saat mengatasi flu burung tanpa vaksin dan menghentikan pandemi, meski entah bagaimana dia dilibatkan dalam korupsi dan kemudian harus berakhir di penjara.
Soal Bill Gates, Siti juga punya pandangan tersendiri. Dia mengikuti perkembangan salah satu pria terkaya dunia itu, tepatnya saat di forum ekonomi internasional Bill Gates menjadi pembicara utama, dimana Gates membicarakan vaksin dan pandemi. “Kenapa enggak pandeminya dihentikan kenapa dibuat vaksinya. Dia bukan dokter, kenapa dia begitu fasih akan terjadinya pandemi. Dunia akan butuh vaksin segini miliar, menurut saya tidak masuk di akal saya. Dia pebisnis, mungkin dia ahli virus di komputer (tapi tidak ahli virus penyakit medis),” jelasnya.
Ditambahkannya, seluruh dunia tempat pembuat vaksin didukung oleh Bill Gates. “Saya tidak mencurigai tapi orang bisa berpikir sendiir,” ungkapnya.
Siti menyebutkan sejatinya pandemi Covid-19 ini tidak terlalu berat seperti flu burung yang sempat menyerang Indonesia beberapa tahun silam. Sebab, pasien Covid-19 masih bisa bertahan beberapa hari bahkan sembuh.
Saat mengatasi pandemi flu burung dirinya bisa mematahkan secara scientific mengenai pernyataan WHO yang mengatakan sudah terjadi penularan manusia ke manusia (human to human transmission).
Lalu Siti Fadilah Supari membuat resolusi yang didukung oleh 128 negara dan akhirnya mengalahkan WHO dan vaksi untuk flu burung tak jadi dijual ke negara membutuhkan. Sebab, kata Siti jika kita membeli vaksin maka utang negara akan bertambah.
“Kita mereformasi WHO, yang tadinya WHO tidak adil terhadap dengan negara-negara berkembang seperti kita. Saya reformasi, kita punya kedudukan yang sama, WHO harus transparan. Tidak ada yang di bawah di atas. Kalau sakit semua harus menolong, semua harus berpikir. Saya membuktikan tidak perlu vaksin (flu burung). WHO berkoar-koar flu burung menular human to human. Saya engak mau, jangan ngomong dulu, saya akan buktikan. Kemudian saya protes ke PBB sehingga stop flu burung tidak pakai vaksin. Menyelesaikan pandemi flu burung dengan transparansi,” tutunya.
Dia meyakini setiap pandemi pasti muncul vaksin dan obat juga sekelompok mafia. “Mungkin saja (virus ini dibuat sekelompok orang). Mungkin China itu korban, Amerika itu korban. (Ini) perkiraan saya belum tentu benar,” tegasnya.
Siti mengatakan jika dia menjadi Menkes saat ini, dia akan mengambil langkah dengan mendukung lokal membuat vaksin sendiri, karena banyak ilmuan negeri sendiri yang mumpuni. “Indonesia harus mandiri buat vaksin sendiri. Kita bisa buat vaksin sendiri,” tandasnya.
The post Siti Fadilah Curhat ke Deddy Corbuzier, ‘Saya Tahu Musuh Saya Besar’ appeared first on Pojoksatu.id.


Thursday January 01, 1970