W88 slot ưu đãi ngập tràn

Buntut Insiden Perkelahian Warga di Pangaliali Majene, 2 Diamankan

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Buntut perkelahian dua kubu warga di Lingkungan Cilallang, Keluarahan Pangaliali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (21/5/2020). Dua orang terlapor sudah ditangkap, masing-masing inisial R dan I.
“Jadi dua orang pihak terlapor yang tidak luka-luka itu sudah diamankan di Mapolres Majene,” kata Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jamaluddin saat dihubungi Pojoksulsel, Jumat (22/5/2020) sore.
Pihak pelapor adalah keluarga Hasbi dan Ashari. Sementara keluarga terlapor adalah Ammu. Jarak rumah dua kubu warga yang bertikai itu hanya 200 meter. Masih sama-sama warga Lingkungan Cilallang, Keluarahan Pangaliali.
Foto/Dolumentasi Polres Manjene.
Jamaluddin menjelaskan, enam korban luka-luka yang berasal dari dua kubu keluarga saat ini dirawat di RSUD Majene. Mereka adalah 2 orang pihak pelapor dan 4 orang terlapor.
Dia mengatakan, perkelahian dua kubu warga Pangaliali itu menggunakan senjata tajam berupa parang.
Insiden baku parang itu berawal dari kesalapahaman tanggal 18 Mei yang berbuntut pada perusakan pintu rumah keluarga Ammu. Dilanjutkan perkelahian pada Kamis kemarin.
BACA JUGA: 6 Warga Luka dalam Insiden Perkelahian di Pangaliali Majene
Jamaluddin mengungkapkan, insiden perusakan pintu pada 18 Mei lalu,bermula dari salah seorang keluarga dari Hasbi dan Ashari melintas menggunakan sepeda motor. Suaranya sangat ribut. Maka Ammu menegurnya. Hingga terjadi cekcok antara keduanya.
“Jangan begini-begini. Akhirnya bertengkar mulutlah. Akhirnya ada kata-kata, panggil semua keluargamu saya tidak takut,” ujar Jamalauddin menjelaskan insiden kesalahpahaman dua kubu keluarga itu pada tanggal 18 Mei 2020.
“Pulanglah ini anak ke keluarganya menyampaikan. akhirnya setelah sampai ke keluarganya menyampaikan percekcokan tadi. Akhirnya ada beberapa orang datang ke rumah Ammu. Dan merusak pintu rumah menggunakan parang,” jelas Jamaluddin.
Foto/Dokumentasi Polres Majene.
Masalah perusakan pintu itu sudah dimediasi oleh Kepala Lingkungan Cilallang pada hari yang sama, yakni 18 Mei 2020. Kedua belah pihak sudah dipertemukan. Dan, bersepakat untuk berdamai.
Namun, masalah baru muncul tatkala keluarga yang pintu rumahnya dirusak pulang dari melaut pada tanggal 21 Mei 2020. Ia tidak terima dengan insiden perusakan pintu. Ia pun abai terhadap kesepakatan damai atas insiden perusakan pintu itu.
Keesokan harinya, pada Kamis Sore. Keluarga Ammu mendatangi rumah keluarga Hasbi dan Ashari. Karena, khawatir jika terjadi pengeroyokan. Maka mereka datang 6 orang ke rumah keluarga Hasbi dan Ashari.
“Keluarga yang diparangi tadi rumahnya itu baru kembali dari melaut tanggal 21. Itu tidak mengerti kalau sudah didamaikan. Akhirnya dia ke sana mau datangi rumahnya yang pihaknya Hasbi. keluarganya ikut, jangan sampai dikeroyok. Akhirnya ketemu di sana. Baku parangi,” jelas Jamaluddin.
Angota Satreskrim yang menerima informasi dua kubu warga baku parang bergerak cepat ke lokasi kejadian. Saat tiba di lokasi kejadi, para korban luka sudah dibawa ke RSUD Majene. Polisi pun mengamankan TKP dengan memasang police line.
Foto/Dokumentasi Polres Majene.
“Jadi perkembangannya sejauh ini sudah aman,” kata Jamaluddin.
Sementara itu, kata Jamaluddin, enam orang luka-luka itu berada pada posisi sebagai korban sekaligus terduga pelaku.
“Nantinya akan terjadi saling melapor karena sama-sama luka. sama-sama bawa parang,” ujar Jamaluddin.
(fly/pojoksulsel)
The post Buntut Insiden Perkelahian Warga di Pangaliali Majene, 2 Diamankan appeared first on Pojoksatu.id.


Thursday January 01, 1970