ABG Pesta Seks di Apartemen, Begini Reaksi Walikota Bima Arya

POJOKSATU.id, BOGOR – Lemahnya pengawasan praktik prostitusi di apartemen menjadi salah satu catatan Wali Kota Bogor Bima Arya. Dia menegaskan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh tentang pengawasan dan pengelolaan apartemen dan hotel yang ada di Kota Bogor.
Bima Arya tak ingin lokasilokasi tersebut menjadi sarang prostitusi/lokalisasi yang terselubung.
“Saya juga sudah mendeteksi itu melalui laporan dan seudah kita dalami yang memang sekarang sudah bisa melalui aplikasi, seperti Beetalk dan Wechat, kita bisa pesan, kita sudah dalami modus ini,” terang Bima.
Tren prostitusi yang kini bergeser, kata Bima, menjadikan lokasi untuk menjajakan diri bisa di mana saja. Sehingga tak ada lagi lokalisasi.
Ia pun telah mengintruksikan langsung para camat dan lurah untuk juga melakukan pengawasan terhadap kos-kosan, termasuk apartemen yang juga akan ditingkatkan pengawasannya.
“Saya akan kunjungi satu-satu apartemen untuk meminta perhatiannya, karena ini kan sudah warga yang bertindak, harusnya pengelola lebih bertanggung jawab lagi,” ucapnya.
Dia pun tak akan segan-segan untuk mencabut izin apartemen apabila melakukan pelanggaran ketertiban umum apalagi sampai masuk ke ranah pidana.
“Kalau ada keterkaitan pengelolaan dengan praktik prostitusi itu bisa kita cabut izinnya karena mengganggu ketertiban umum. Itu pun sudah diatur dalam perda,” terangnya.
Pemkot Bogor pun akan berkoordinasi dengan kepolisian selain dengan Satpol PP dan kelurahan. Bersama-sama Muspida pihaknya akan melakukan pendalaman dengan inspeksi mendadak (sidak).
“Kita akan lakukan ronda agar bisa dikurangi praktik ini, saat ini kan mereka merasa tidak diawasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Azrin Syamsudin mengungkapkan jumlah penjajah seks komersial yang terdata oleh pihaknya hanya berjumlah 27 orang. Mereka pun mayoritas yang beroperasi di jalan bukan di media sosial.
“Para PSK ini mayoritas yang ditahan saat razia. Mereka kita bina agar ketika kembali ke masyarakat bisa berguna,” imbuhnya.
BACA: Tarif ABG di Apartemen Bogor Valley Rp 400 Ribu Sekali Main
Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Josias Simon menilai maraknya prostitusi di apartemen lantaran mudahnya masyarakat untuk menyewa dan mengakses apartemen.
Akibatnya, bisnis esek-esek di apartemen tersebuttetap jalan meskipun seringkali polisi membongkar praktikbisnis haram itu.
“Apartemen menjadi tempat sewa, siapa pun yang membayar sewa ya bisa gunakan itu,” kata Simon.
Menurut dia, apartemen sebagai hunian masyarakat seharusnya ‘bersih’ dari tindak prostitusi. Akan tetapi, bila yang terjadi justru sebaliknya, apalagi para penghuni bahkan pengelola apartemen meraup keuntungan dari bisnis prostitusi itu, praktik itu sulit dihilangkan.
“Pengelola jangan hanya menjalankan bisnis apartemen, tapi juga memikirkan dampak dari prostitusi itu,” ungkapnya.
Karena itu, masyarakat, penghuni, pengelola, serta aparat keamanan wajib bekerja sama untuk menghilangkan praktik prostitusi di lingkungan apartemen. Apalagi praktik secara tidak langsung bisa memengaruhi citra apartemen.
“Kalau dampak dari prostitusi itu semakin besar, maka apartemen akan hilang sendiri atau tidak laku lagi,” kata dia.
(gal/rp1/radarbogor/pojoksatu)


Thursday January 01, 1970